Pendahuluan

Kepesisiran merupakan wilayah yang sangat dinamis dan kompleks, dimana terjadi berbagai proses fisik dan non-fisik yang dipengaruhi oleh ekosistem darat dan laut. Wilayah ini, menjadi kawasan tempat tinggal dan beraktivitas sebagian besar penduduk dunia, guna memperoleh manfaat sumberdaya alam sehingga terjadi perkembangan pemukiman, industri, perdagangan dan jasa, pertanian, dan pariwisata yang pesat. Sementara itu, Daerah aliran sungai (DAS) merupakan suatu eksositem yang dibatasi oleh igir topografi dan berfungsi sebagai penampung, penyimpan, dan penyalur air dan sedimen melalui sistem sungai. Secara umum, DAS terdiri dari 3 bagian utama, yaitu hulu sebagai kawasan konservasi, serta tengah dan hilir sebagai kawasan budidaya. Hilir suatu DAS dapat berupa wilayah pesisir, yang memiliki proses dan hasil proses yang saling mempengaruhi.

Pengelolaan pesisir dan DAS harus dilakukan secara terintegrasi, memperhatikan karakter dan proses yang terjadi. Ketidaksesuaian tindak perencanaan dan pengelolaan dapat menyebabkan degradasi sumberdaya lingkungan. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan ketrampilan dalam perencanaan pengelolaan pesisir dan DAS. Oleh karerna itu, diperlukan sumberdaya manusia yang terdidik dan terlatih yang mampu mengkaji dan merumuskan perencanaan dan pengelolaan wilayah pesisir dan DAS secara terpadu.

Tujuan Pendidikan

Untuk menyiapkan tenaga ahli profesional dalam perencanaan pengelolaan pesisir dan daerah aliran sungai yang selalu berorientasi pada upaya pemecahan masalah lingkungan melalui pendekatan ekologi geografis, spasial, dan komplek wilayah dengan memanfaatkan teknologi penginderaan jauh dan sistem informasi geografis.

Ketua Pengelola S2 Geografi minat MPPDAS

Dr. Slamet Suprayogi, M.S.

Sekretaris Pengelola S2 Geografi minat MPPDAS

Dr. Evita Hanie Pangaribowo, M.IDEC.