MPPDAS Faculty of Geography Universitas Gadjah Mada-Universidade Federal Fluminense Joint Student Project- Urban Growth in the Rio de Janeiro Coastal Area, Brazil

Four outstanding graduate students from Master Program on Planning and Management of Coastal Area and Watershed (MPPDAS) faculty of Geography UGM visited Rio de Janeiro, Brazil for Joint Student Project (JSP). This Joint Student Project lasted for 1 week (16—24 August 2014). The fortunate students are Wahyu Tyas Pramono, Hendy Fatchurohman, Annisa Hamidah, and Alfiatun Nur accompanied by two lecturers, who are Bachtiar Wahyu Mutaqin, S.Kel., M.Sc. And Dr.rer.nat M. Anggri Setiawan, M.Sc. Together with students from the host university, Institute of Geosciences, Universidade Federal Fluminense (UFF) Niteroi Brazil, and 5 students from Universidad Autonoma de San Luis Potosi, Mexico, they had a research in the topic of Urban growth in the Rio de Janeiro coastal area. This activity is also included in the consortium of Center for Natural Resources and Development (CNRD) consists of 11 institutions from Asia, Latin America, Europe and Africa.

Read More

Mahasiswa MPPDAS mengikuti Joint Student Project dengan CUAS Jerman dan Tribhuvan University Nepal

Yogyakarta- Magister Perencanaan Pengelolaan Pesisir dan Daerah Aliran Sungai (MPPDAS) Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan CNRD (Center of Naural Resources and Development) mengadakan riset bersama di daerah Dieng Wonosobo dalam program Joint Student Programe (JSP) dan One Day seminar yang bertemakan Ecosystem-based Disaster Risk Reduction (Eco-DRR). Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa program Beasiswa Unggulan (BU) Kemdikbud, MPPDAS Fakultas Geografi UGM, Cologne University of Applied Sciences, Jerman dan Tribhuvan University, Nepal.

Read More

LIMA MAHASISWA MPPDAS IKUT MENYUSUN PENGELOLAAN PESISIR TERPADU DI MOZAMBIQUE, AFRIKA

Pengelolaan pesisir terpadu merupakan suatu pendekatan dalam memanfaatkan sumberdaya pesisir secara optimal dengan meminimalisir kerusakan dan risiko yang mungkin terjadi akibat dari kegiatan pemanfaatan ataupun proses alami seperti bencana. Pengelolaan yang berkelanjutan akan menjamin kemanfaatan yang dapat dinikmati oleh generasi berikutnya dengan kualitas dan kuantitas yang sama atau bahkan lebih baik. Oleh karena itu, pengelolaan pesisir terpadu menjadi suatu keharusan untuk dapat diterapkan di seluruh dunia.
Kota Maputo yang merupakan ibu kota Negara Mozambique memiliki visi sebagai kota “water front city” yang nantinya berkembang sebagai ibu kota negara yang maju dengan segala aktivitasnya. Namun demikian, pengelolaan pesisir terpadu di wilayah ini belum dapat terlaksana karena beberapa kendala, sehingga pemanfaatan pesisir belum maksimal dan masih banyak permasalahan di sana-sini. Hal serupa juga terjadi di Macaneta, yang saat ini berkembang menjadi kawasan wisata. Kedua memerlukan suatu rumusan pengelolaan pesisir terpadu agar dapat dimanfaatkan secara optimal, namun tetap lestari.
Dalam rangka perumusan pengelolaan pesisir terpadu di dua wilayah tersebut, lima mahasiswa MPPDAS yang didampingi Dr Muh Aris Marfai, M.Sc. dikirim untuk ikut dalam kegiatan “Joint Student Project”di Mozambique pada Tanggal 16-22 Oktober 2012. Kegiatan ini bertemakan “Integrated Coastal Zone Management” dan diikuti oleh mahasiswa dari MPPDAS Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada, Universitas Eduardo Mondlane, Mozambique serta Universitas Federal Fluminense Brasil. Kegiatan ini juga mengkaji tentang morfodinamika wilayah pesisir, metode pengukurannya dengan metode paling sederhana sampai dengan modern, pemanfaatan geoindikator untuk mendeskripsikan proses di wilayah kepesisiran secara cepat dan pengelolaan wilayah pesisir secara terpadu.
Kegiatan joint student project ini merupakan program dari CNRD (Center for Natural Resources and Development) yang merupakan konsorsium yang terdiri dari 11 universitas yang berasal dari Indonesia, Jerman, Brasil, Mesir, Vietnam, Nepal, Meksiko, Chile, Yordania, dan Mozambique. Lembaga ini mendapatkan bantuan pendanaan dari pemerintah Jerman melalui lembaga pemberi beasiswa DAAD. Mahasiswa MPPDAS yang ikut dalam kegiatan ini adalah Ahmad Cahyadi, Dhandhun Wacano, Anisa Norma Danti, Ajeng Larasati dan Parana Ari Santi. read more

Read More

Join Student Project ke Mozambiq, Afrika

Lima mahasiswa MPPDAS bersama lima mahasiswa Univ federal fluminense Brazil dan 5 mahasiswa univ. Eduardo Mondlane Mozambiq melakukan fieldwork bersama di pesisir Macaneta dan Maputo, Mozambiq

Kegiatan tsbt berlangsung 13-21 oktober 2012 dengan tujuan unt melakukan pengamatan coastal dinamik menggunakan geoindikator dan profiling. Kegiatan ini merupakan bagian dari program CNRD unt memberikan pengalaman mhs dlm melakukan kerjasama penelitian dengan peneliti asing.
Program join student project berikutnya akan dilaksanakn di dieng jawa tengah pada bulan desember dengan peserta terdiri 7 mhs s2 nepal, 5 mhs s2 jerman dan 5 mhs MPPDAS dengan topik ecosystem based disaster risk reduction yg akan dikoordinasikan oleh Dr Anggri setiawan dan Dr Danang Sri Hadmoko. read more

Read More

17Master Class, Balanced Development : Towards an Integrative approach of socio-economic and ecological dimensions

Pembangunan yang tidak berkelanjutan yang sering terjadi pada negara berkembang telah mengakibatkan berbagai kerusakan lingkungan, baik pada sistem abiotik, biotik, maupun kultural. Ekstraksi sumberdaya alam secara berlebihan telah mengakibatkan berbagai dampak negatif bagi kehidupan dan penghidupan umat manusia. Kejadian bencana alam, misal banjir, kekeringan, dan tanah longsor semakin lama semakin meningkat intensitasnya akibat deforestasi dan perubahan penggunaan lahan pada permukaan bumi, terutama pada bagian hulu dari Daerah Aliran Sungai (DAS). Sementara itu, berbagai kegiatan ekstraksi sumberdaya mineral telah mengakibatkan hilangnya ekosistem alami yang hidup diatasnya, dan tidak jarang limbah yang dihasilkan menyebabkan pencemaran lingkungan, terutama pada badan sungai. Selain dampak terhadap alam, hal tersebut juga tidak jarang menyadi penyebab konflik sosial yang ada di masyarakat, terutama antara masyarakat asli dengan pihak pengelola sumberdaya. Tidak jarang pula konflik tersebut berakhir pada tindak kekerasan yang menyebabkan kerugian material maupun inmaterial pada kedua belah pihak. Permasalahan terkait sumberdaya alam yang semakin meningkat akhir-akhir ini, menunjukan semakin pentingya perencanaan dan pegelolaan sumberdaya alam, terutama dalam lingkup pesisir dan DAS. Perencanaan dan pengelolaan pesisr serta daerah aliran sungai secara berkelanjutan mampu berperan dalam pemgelolaan sumberdaya alam di Indonesia, sehingga terjaga kelestariannya. read more

Read More