Lagi, alumni MPPDAS menulis buku diterbitkan di penerbit Lambert Jerman

Alumni S2 Magister Perencanaan dan Pengelolaan Pesisir dan Daerah Aliran Sungai (MPPDAS) Fakultas Geografi UGM, Andika Kusuma, yang saat ini menjadi staff di Biro Penelitian dan Kerjasama Fakultas Geografi menulis buku yang diterbitkan oleh penerbit Jerman LAP (LAMBERT Academic Publishing) 2012 dengan judul: Less Developed Villages in Wakatobi Regency, Development of Coastal Resources Information System (CORIS) by Using Remote Sensing Data and GIS Technique read more

Read More

Moment Keakraban Civitas Akademika MPPDAS

Kegiatan outbound yang diadakan oleh Magister Perencanaan dan Pengelolaan Pesisir dan Daerah Aliran Sungai (MPPDAS), Fakultas Geografi, UGM merupakan serangkaian acara Seminar “Leader Forum and Awarding Ceremony of Beasiswa Unggulan for Master Program”. Kegiatan ini dilaksanakan selama satu hari pada hari Minggu, 8 April 2012 yang berlokasi di daerah Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah. Adapun tujuan dari kegiatan tersebut sebagai moment keakraban bagi seluruh civitas akademika MPPDAS yang diikuti oleh para mahasiswa, pendidik, dan staf MPPDAS. Melalui fun games, paint balls, flying fox, dan permainan lainnya, kegiatan-kegiatan tersebut menstimulasi kerjasama team dan menumbuhkan jiwa kepemimpinan para peserta outbound yang sejalan dengan tujuan utama dari serangkaian acara ini. Eforia kegiatan outbound tergambar melalui dokumentasi berikut ini:
read more

Read More

Beasiswa Unggulan untuk Pemuda Indonesia 2045

“Berikan aku sepuluh pemuda ,Maka akan aku goncangkan dunia”
(Ir.Soekarno)

Pernyataan Presiden RI pertama ini nampaknya sangat nyata Sabtu, 7 April 2012 yang lalu dalam acara Seminar ““Leader Forum and Awarding Ceremony of Beasiswa Unggulan for Master Program”. Acara ini diselenggarakan oleh Magister Perencanaan dan Pengelolaan Pesisir dan Daerah Aliran Sungai (MPPDAS) Fakultas Geografi UGM bekerja sama dengan Beasiswa Unggulan-Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (BU-BPKLN KEMENDIKBUD). Berkumpul di Gedung University Club, hampir 300 pemuda yang telah mendapatkan beasiswa S2, S3 serta penelitian dan pertukaran ke berbagai negara saling bertukar informasi dan pengalaman. Dalam acara tersebut juga hadir peserta mahasiswa yang berkeinginan kuat untuk melanjutkan studi di berbagai disiplin ilmu.
Koodinator beasiswa unggulan BPKLN, Dr.Abe Susanto M.Si memberikan pengantar tentang kebutuhan Indonesia akan sumberdaya manusia yang unggul untuk menyongsong Indonesia tahun 2045. Di tahun-tahun inilah Indonesia akan menjadi negara maju yang berperan penting dalam percaturan dunia. Oleh sebab itu ditekankan sekali lagi kebutuhan mendesak untuk mencetak pemuda Indonesia yang unggul untuk memimpin bangsa di tahun-tahun ke depan. read more

Read More

Workshop Pengembangan M.Sc Double Degree Fakultas Geografi UGM

Fakultas Geografi dengan Mahasiswa Magister Perencanaan Pengelolaan Pesisir dan Daerah Aliran Sungai (MPPDAS) pada tanggal 5 April 2012 menggelar acara yang bertemakan Workshop Pengembangan M.Sc Double Degree Fakultas Geografi UGM bertempat di Ruang Sekip, Gedung UC, Universitas Gadjah Mada. Acara ini termasuk rangkaian kegiatan Dies Natalies Fakultas Geografi UGM.
Acara tersebut membahas tentang rencana dan pengembangan program double degree, joint degree, berbagi pengalaman tentang program joint degree dan dobuble degree yang sudah terjalin, serta berdiskusi tentang peningkatkan kapasistas mahasiswa untuk riset dengan universitas di luar negeri. Dalam acara tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepakatan kerjasama antara Pusat Studi Bencana UGM oleh Prof. Dr. Junun Sartohadi, M.Sc perwakilan dari University of Twente (Belanda) Dr. Ir. Kees de Bie, serta Dekan Fakultas Geografi UGM Prof. Dr. Suratman, M.Sc. Sebagai pembicara dari UGM dalam rangkaian acara tersebut adalah Projo Danoedoro, Ph.D, Prof. Dr. Rijanta, M.Sc, Prof. Dr. H.A Sudibyakto, M.S dan perwakilan dari Cologne University of Applied Science (CUAS) Jerman adalah Dipl.-ing. MEng Simone Sandholz, serta perwakilan dari University of Innsbruck Prof Martin Coy. read more

Read More

Ekspedisi Pulau Pramuka 30 Maret-2 April 2012

Pada tanggal 30 Maret 2012 hingga 2 April 2012, empat orang mahasiswa Magister Pengelolaan dan Perencanaan Pesisir dan DAS Fakultas Geografi UGM yaitu Annisa Triyanti, Ahmad Cahyadi, Andung Bayu Sekaranom, dan Dini Feti Anggraini melakukan ekspedisi ke Pulau Pramuka di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Ekspedisi ini diaksanakan dengan kerjasama MPPDAS Fakultas Geografi UGM dengan Jurusan Teknik Geodesi dan Geomatika, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian, Institut Teknologi Bandung (ITB). Tujuan dari dilaksanakannya ekspedisi ini adalah untuk melakukan orientasi terhadap fenomena-fenomea geografis di ekosistem pulau kecil. Berangkat dari pemahaman yang komprehensif mengenai kondisi fisik dan sosial ekonomi, keempat mahasiswa MPPDAS bersama 53 mahasiswa S-1 Teknik Geodesi ITB melakukan fieldwork di Pulau Pramuka tersebut.
Kajian yang dilakukan oleh keempat mahasiswa MPPDAS Fakultas Geografi UGM tersebut meliputi sumberdaya air, yaitu mengenai ketersediaan air dan kualitas air, sumberdaya lahan yaitu meliputi penilaian terhadap daya dukung lahan, penilaian mengenai sedimen transport dan perubahan garis pantai di kawasan pesisir Pulau Pramuka, dan pola adaptasi masyarakat di Pulau Pramuka yang meliputi adaptasi secara fisik, sosial, dan ekonomi.
Pulau Pramuka yang merupakan Ibukota Kabupaten Kepulauan Seribu ini memiliki sumberdaya pariwisata yang sangat besar. Pulau ini menurut Dr.rer.nat Poerbandono, S.T.,MM. dari Teknik Geodesi dan Geomatika ITB, lebih tepat dinamakan sebagai cay yang merupakan terminologi dari pulau yang terbentuk dari endapan karang daripada sebuah pulau (island). Memiliki reef flat (hamparan karang yang menjadi ladasan dari pulau karang). Wilayah ini sangat cocok untuk dijadikan sebagai daerah kegiatan pariwisata khususnya snorkeling, diving, dan sightseeing.
Masalah yang terjadi di Pulau Pramuka terkait dengan kondisi fisik yaitu berkenaan dengan pembangunan bangunan pemecah gelombang yang mengakibatkan ketidakstabilan transport sedimen. Adapun dari segi sumberdaya air, permasalahan yang paling utama terletak pada ketersediaan air dan kualitas air. Dilihat dari segi sosial ekonomi, permasalahan yang paling utama adalah berkaitan dengan fungsi kegiatan pariwisata untuk peningkatan pendapatan masyarakat lokal dan pembangunan daerah.
Kondisi airtanah di Pulau Pramuka saat ini sangat mengkhatirkan. Hal ini karena intrusi air laut telah mencapai semua wilayah pulau, sehingga airtanah menjadi payau sampai asin. Faktor yang menyebabkannya adalah penurapan airtanah yang intensif, ukuran pulau yang sangat kecil serta sedikitnya imbuhan airtanah akibat penggunaan lahan terbangun mencapai >85% dari luas wilayah. Kebutuhan air minum dipenuhi dengan menggunakan air mineral yang didatangkan dari Jakarta, sedangkan untuk mencuci dan mandi masih menggunakan airtanah. Selain itu, airtanah di Pulau Pramuka memiliki kerentanan terhadap pencemaran sangat tinggi. Hal ini karena material penyusun lapisan tidak jenuh air berupa pasir kasar dan kedalaman airtanah maksimal hanya 1,4 meter. Oleh karenanya diperlukan pula rencana pengelolaan sampah dan limbah sehingga airtanah tidak tercemar read more

Read More